Friday, 09-01-2026 ,

Berita

IGRA OKU Timur Gelar Workshop Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta

IGRA OKU Timur Gelar Workshop Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta

Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA)  hari ini menggelar Workshop mplementasi Kurikulum Berbasis Cinta dan Deep Learning KKRA Islamiyah II dan KKRA Uswatun Hasanah dilingkungan Kemenag OKU Timur.

Kegiatan yang berlangsung full day ini di buka langsung oleh Kakankemenag OKU Timur, Abdul Kadir didampingi Kasubbag TU, H. Hasanuddin yang berlangsung di aula Kemenag OKU Timur, Senin (08/12/2025).

Hadir dalam pembukaan yakni Widyaswara BDK Palembang, Dr. Agustina, Ketua IGRA OKU Timur, Reni Fanani, S.Pd. dan sebanyak 130 orang guru RA  yang  tersebar di KKRA zona Barat.

Ketua panitia, Nita Rordiana dalam sambutannya mengucapkan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tinggunya kepada Kemenag OKU Timur atas bantuan baik berupa support, tempat atau aula yang di berikan oleh Kakankemenag OKU Timur, ucapnya.

“ Selamat datang Bapak Kepala Kantor dan Bapak Kasubbag TU, mohon nantinya berkenan memberikan bimbingan kepada kami semuadan membuka acara secara resmi, “ tambahnya.

Sementara itu, Kakankemenag OKU Timur Abdul Kadir dalam sambutannya mengatakan bahwa jadi seorang guru yang mengajar di tingkat RA adalah sebuah pekerjaan yang mulia dan extra sabar, betapa tidak ia harus memiliki hati yang lembut, tangan yang dingin dan jiwa yang tenang dan penyayang, ungkapnya.

“ IGRA merupakan sebuah organisasi profesi untuk guru dan tenaga kependidikan Raudhatul Athfal (RA) di bawah naungan Kementerian Agama. Organisasi ini bertujuan untuk menjadi wadah pembinaan dan pengembangan profesional guru RA agar mampu meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini. Guru itu tugasnya sangat mulia, tetap disyukuri, insyallah berkah, “ kata Kadir.

Ia juga menjelaskan bahwa Kementerian Agama hadir dan memberi terobosan Pendidikan keagamaan yang menanamkan nilai cinta, empati dan kasih saying melalui Kurikulum Berbasisi Cinta yang di gagas dan dicetuskan oleh Menteri Agama Republik Indonesia, KH. Nasaruddin Umar tepatnya di bulan Juli 2025 lalu, bebernya.

KBC ini juga lanjut Kadir, bukan hanya fokus kognitif, dengan pilar utama Panca Cinta yang artinya  cinta pada Tuhan, diri & sesama, ilmu, lingkungan, serta bangsa & negeri, sebagai respons atas kegelisahan dominasi pendidikan berbasis akal saja. Begitu banyak program yang berdampak langsung kepada kita, tegasnya.

Pada kesempatan itu juga, dirinya mengajak kepada semua peserta untuk memberikan doa kepada saudara-saudara kita yang terkena musibah bencana banjir bandang di Aceh, Sumatera Barat dan Sumatera Utara. Kita doakan semoga saudara kita diberikan kesabaran, keihlasan dan kesehatan.

Dirinya juga mengingatkan dan mengajak kepada guru-guru RA untuk memberikan pemahaman kepada anak didiknya akan bahayanya bullying sedini mungkin, tandasnya.(Jn)